Jumat, 15 Juni 2012

DAMPAK, EFEK HUJAN DAN HUJAN ASAM TERHADAP BANGUNAN


DAMPAK HUJAN TERHADAP BANGUNAN

Musim hujan memang ditunggu dikala kemarau, tapi musim hujan yang tiada henti juga mengganggu kehidupan kita dan menimbulkan masalah rumah setelah hujan berlalu.
Seperti kita ketahui, perubahan musim seringkali meninggalkan kerusakan pada beberapa bagian rumah kita. Bermacam sebab yang diakibatkan oleh perubahan musim, semisal pergeseran tanah, rembesan air dari atap atau genting, dinding retak retak, dan sebagainya.
Antisipasi dan perawatan yang baik pada rumah merupakan salah satu cara dalam menghindari kajadian tersebut. Setelah membaca artikel ini, setidaknya kita bisa mempersiapkan diri untuk memperbaiki kerusakan rumah yang mungkin akan terjadi.

Lantai keramik terangkat
Lantai seringkali mengalami permasalahan akibat perubahan cuaca, dimana hal ini biasanya diakibatkan oleh pergeseran tanah. Bila terjadi pergeseran tanah permukaan, biasanya pelapis lantai dari keramik terangkat. Faktor berpengaruh lainnya adalah kualitas perekat keramik yang tidak stabil.
Penggunaan adukan manual atau dilakukan oleh tenaga manusia yang tidak merata dapat mempercepat terangkatnya keramik ketika terjadi pergeseran tanah. Ciri cirinya adalah permukaan lantai tidak datar dan bila diinjak lantainya ambles.
Bilamana keramik yang terangkat kondisinya cukup parah, lepaskan keramik pada bagian yang rusak dan pasang keramik baru dengan menggunakan semen atau perekat keramik khusus agar daya rekatnya bisa lebih maksimal.

Keretakan Dinding
Retak dinding adalah sering kali kita jumpai pada sebagian rumah. Pengadukan konvensional yang dilakukan pada tanah (membawa campuran tanah) juga bisa menyebabkan terjadinya keretakan.
Keretakan didinding digolongkan menjadi dua, yakni retak struktur dan retak rambut. Retak struktur adalah keretakan yang terjadi pada dinding seperti terbelah dari atas kebawah maupun horisontal, sedang retak rambut berupa garis-garis tipis yang membentuk banyak pecahan.
Retak rambut sangat mudah diperbaiki, cukup dengan plamir, waterproofind dan cat sudah bisa kita tutup retakan tersebut dengan baik. Keretakan pada dinding dapat mengakibatkan rembesan air ke dalam ruangan yang bisa menimbulkan kerusakan pada cat dan berkembangnya jamur dan bilamana rembesan air yang terus menerus pada saat musim hujan maka lambat laun akan menimbulkan noda dan cat mengelupas.

Cat Mengelupas
Mengelupasnya cat sangat dipengaruhi oleh kualitas cat yang digunakan. Perlu anda ketahui bahwa cat bersifat makin lama makin keras, sehingga tidak dapat mengikuti pergerakan permukaan dinding. Cat berkualitas rendah daya rekatnya tidak maksimal sehingg bisa berakibat lapisan dempul terangkat bisa diberi lapisan cat akhir. Demikian pula bisa kualitas dempul tidak cocok dengan cat akan menyebabkan terjadi pengelupasan. Pengelupasan cat lebih beresiko terjadi pada permukaan cat lama, karena cat lama yang sudah termakan usia, kualitasnya kurang baik, dan aplikasi pengecatan yang kurang tepat.
Bagaimana mengatasinya? kita bersihkan dulu bagian cat yang mengelupas dan kemudian ratakan permukaannya, sehingga tidak terjadi perbedaan ketebalan. Beri lapisan cat dasar agar lapisan cat akhir dapat melekat dengan sempurna.

Noda di Plafon
Atap rumah yang bocor di waktu hujan akan menyisakan masalah di musim selanjutnya. Dimana bahan plafon yang menggunakan tripleks atau gypsum sangat mudah dihinggapi jamur. Ciri cirinya mudah diketahui yakni permukaan plafon menguning dan bila dibiarkan akan menimbulkan noda hitam.
Bila plafon terbuat dari bahan tripleks, maka kita harus mengganti seluruh plafon. Bilamana kita menggunakan gypsum, maka cukup memperbaiki area yang bernoda. Perbaikan plafon dari bahan gypsum sangat mudah, bila area plafon yang terkena noda tidak terlalu meluas maka cukup mengganti gypsum sesuai ukuran yang rusak. Kemudian kita dapat mencat ulang pada seluruh area plafon sehingga area tambalan gypsum yang rusak akan terlihat baru kembali.


HUJAN ASAM

Sejarah hujan asam :
Hujan asam dilaporkan pertama kali di ManchesterInggris, yang menjadi kota penting dalam Revolusi Industri. Pada tahun 1852, Robert Angus Smith menemukan hubungan antara hujan asam dengan polusi udara. Istilah hujan asam tersebut mulai digunakannya pada tahun 1872. Ia mengamati bahwa hujan asam dapat mengarah pada kehancuran alam.
Walaupun hujan asam ditemukan pada tahun 1852, baru pada tahun 1970-an para ilmuwan mulai mengadakan banyak melakukan penelitian mengenai fenomena ini. Kesadaran masyarakat akan hujan asam di Amerika Serikat meningkat pada tahun 1990-an setelah di New York Times memuat laporan dari Hubbard Brook Experimental Forest di New Hampshire tentang banyaknya kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh hujan asam.

DAMPAK TERHADAP BANGUNAN :
mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material seperti batu kapur, pasirbesi, marmer, batu pada diding beton serta logam. Ancaman serius juga dapat terjadi pada bagunan tua serta monument termasuk candi dan patung. Hujan asam dapat merusak batuan sebab akan melarutkan kalsium karbonat, meninggalkan kristal pada batuan yang telah menguap.


Tips Mempersiapkan Rumah Menghadapi Musim Hujan
Seringkali kita direpotkan dengan masalah-masalah yang timbul saat musim hujan tiba. Tidak hanya masalah kesehatan yang rentan penyakit seperti flu, batuk pilek, demam berdarah, diare, dll, namun juga dampak hujan terhadap rumah. Untuk itu, ketika kita mulai membangun sebuah rumah, konsep rumah yang dirancang harus memikirkan solusi ketika musim hujan tiba. Berikut ini tips mempersiapkan rumah menghadapi musim hujan sehingga saat musim hujan tiba tidak perlu kerepotan lagi.

ATAP
Masalah kebocoran pada atap adalah hal yang paling sering dijumpai pada rumah-rumah pada musim hujan. Untuk itu tidak ada salahnya jika rutin 3 bulan sekali melakukan pemeriksaan pada atap rumah, apakah ada retak-retak, perlukah genteng yang lama diganti, atau adakah kayu pada atap yang mulai lapuk. Perhatikan juga daerah bubungan atap karena plester semen pada bagian tersebut mudah bocor.
Jika terdapat retak rambut pada atap, berikan kawat kasa dan lapisi dengan waterproof. Untuk retak besar, perlu dibobok dan diplester kembali.
Sangat disarankan untuk menggunakan alumunium foil (1- 2 mili) sebagai pelapis antara plafon dan genteng. Aluminium foil tersebut berfungsi untuk mengurangi penyerapan panas, menghindari tampias jika ada ketidaksempurnaan dalam pemasangan genteng, sehingga air yang masuk dari genteng akan turun ke plank dan tak masuk ke dalam rumah.
Plafon yang dibiarkan lembab gara-gara rembesan air, lama-lama bisa lapuk dan rubuh. Selain merusak estetika dan membahayakan, biaya perbaikannya pun jadi lebih mahal.
Untuk atap asbes, pemasangan paku baut harus dilapisi karet, lalu dipelingkut di area pakunya baru kemudian di bor agar saat hujan air tidak merembes melalui celah lubah paku.

DINDING
Saat musim hujan, biasanya dinding rumah menjadi lembab dan terdapat rembesan dari atap rumah. Namun jika atap rumah sudah terlebih dahulu diperbaiki dan diberi waterproof, maka kemungkinan besar rembesan air hujan tidak akan masuk.

Untuk dinding outdoor, sebaiknya gunakan pelapisan weathershield sebagai pelindung terhadap jamur agar dinding tak bernoda hitam. Namun jika terlanjur berjamur, dinding perlu dikerok dahulu, kemudian dicat kembali dan diberi waterproof.
Dinding yang retak juga harus dibobok, kemudian diplester ulang dan lapisi dengan waterproof.
Dinding luar yang menggunakan batu alam perlu perhatian ekstra karena mempunyai resiko berlumut dan berjamur lebih tinggi dibandingkan dengan dinding yang dicat. Untuk itu lapisi batu alam dengan vernis dan precoat setiap 6 bulan sekali agar kondisinya selalu terjaga. Jika berlumut atau berjamur, terpaksa harus di kikis dengan gerinda dan dapat merusak tektur batu.
Jika ada parapet di dinding, berikan kemiringan pada parapet agar air hujan tidak mengikis parapet secara langsung.

LANTAI
Lantai dalam rumah sebaiknya lebih tinggi daripada teras dan usahakan jangan menggunakan lantai materi indoor untuk ruangan outdoor. Tampiasan air hujan yang jatuh ke lantai teras dapat diakali dengan membuat overstek.
Agar air hujan tidak masuk kedalam rumah saat musim hujan, level ketinggian rumah harus lebih tinggi dari level jalan.

LAMPU OUTDOOR
Lampu outdoor pun juga perlu diperhatikan. Apakah kabel tetap terbungkus rapi atau tidak? Karena bila ada kabel yang terkelupas apalagi telanjang akan sangat membahayakan. Selain dapat terjadi arus pendek, kabel yang terendam air dengan kondisi terkelupas dan telanjang bisa menghantarkan listrik dan akibatnya menyetrum orang yang kontak langsung dengan air tersebut. Sebaiknya gunakan aliran DC untuk lampu taman atau luar rumah agar lebih aman karena tak menghantar listrik.

SALURAN RIOL KOTA DAN SEPTIK TANK
Bersihkan parit dan saluran air dari kotoran secara rutin agar tidak tersumbat akibat kotoran dan sampah dan menggenang. Saluran riol rumah yang menuju ke parit, sebaiknya diberi kemiringan untuk mencegah tergenangnya air.

Pasangkan kasa di mulut riol untuk mencegah masuknya tikus.
Untuk menghindari macetnya saluran pembuangan air pada kamar mandi, bagilah daerah-daerah yang kadar air tanahnya memang tinggi dan buat ruang rembesan air yang lebih besar. Lebih baik lagi jika lahan tanah tempat tinggalnya tinggi karena air dapat langsung merembes ke tanah. Tapi jika lahan termasuk daerah banjir dan kadar air dalam tanahnya tinggi, sebaiknya perlu dibuat lebih dari satu daerah rembesan sedalam 3-4 meter


Read more: Cara Mudah Membuat Tombol Suka di atas Postingan Blog | ALI BLOGGERS COMMUNITY

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar